Punya Gengsi Tinggi? Siap-Siap untuk Susah Kaya!

182 views

Sebagai makhluk sosial, seringkali orang membandingkan dirinya dengan orang lain. Dari perbandingan tersebut, reaksi yang muncul bisa berbeda-beda. Kadang kita jadi belajar dan bercermin dari orang lain, kadang kita justru merasa harus menjaga gengsi karena tak mau terlihat inferior. Tak heran, saat ini mulai bermunculan sebuah fenomena sosial yang bernama pencitraan karena gengsi yang dimiliki tersebut. Mungkin sebagian dari kita merasa tak masalah untuk punya gengsi tinggi, apalagi jika kondisi finansial memang mendukung.

 

Namun, siapa yang tahu ternyata orang yang gengsinya tinggi justru punya peluang paling kecil untuk bisa kaya raya. Tak percaya? Ini buktinya!

 

Tak mau menerima saran dan bantuan

 

Biasanya orang gengsian juga segan untuk meminta bantuan dan tak mau menerima saran. Ketika kamu kesulitan dan ada orang yang berniat untuk membantu dan memberikan saran, kamu cenderung tidak mendengarkan dan menolak bantuan tersebut karena tak mau terlihat lemah di mata orang lain.

 

Susah untuk berhemat

 

Orang yang bergengsi tinggi akan kesulitan untuk berhemat. Ketika mau mulai melakukan penghematan dari hal-hal kecil, seperti membawa bekal sendiri, atau menggunakan transportasi umum ke kantor, kamu akan merasa khawatir akan pandangan orang lain. Padahal kalau tujuanmu untuk hemat uang, kenapa harus gengsi?

 

Rela berutang untuk kebutuhan konsumtif

 

Cuma karena tak mau dianggap ketinggalan zaman, orang yang punya gengsi tinggi bisa dengan entengnya membeli barang terbaru atau melakukan hal yang sedang viral di pasaran. Ketika teman mengenakan baju terkini, gadget terbaru, atau nongkrong di kafe-kafe terkenal, orang dengan gengsi besar juga tak mau kalah dan melakukan hal serupa. Meski tak punya dana sekalipun, kamu rela berutang, mulai dengan menggunakan kartu kredit, hingga cicilan tanpa kartu kredit. Tujuannya apalagi kalau bukan untuk menaikkan level? Meskipun belum tentu merasa nyaman dan diuntungkan, kamu tetap memaksakan diri karena gengsi. Padahal kalau tak punya anggaran, lebih baik tak usah memaksakan.

 

Lebih mementingkan merek dibandingkan kualitas

 

Kebanyakan barang bermerek memang memiliki kualitas yang bagus, sehingga harganya mahal. Namun, belum tentu barang tanpa merek yang lebih murah tidak memiliki kualitas yang baik. Yang membedakan keduanya, pada barang bermerek produsen mengeluarkan biaya lebih untuk promosi, dan merek yang sudah lama dikenal akan melambangkan status sosial tertentu. Alhasil, barang bermerek dijual dengan harga tinggi dibandingkan barang yang tidak bermerek. Namun, orang dengan gengsi besar lebih memilih untuk membeli merek dibandingkan kualitas, meskipun ada produk sejenis dengan merek berbeda yang menawarkan kualitas sama dengan harga lebih murah.

 

Menjadi sasaran empuk bunga kredit

 

Karena alasan merek tadi, orang yang bergengsi tinggi akan memaksakan diri untuk membeli barang mahal agar terlihat berkelas dan mampu. Misalnya A mau membeli sebuah smartphone baru, gajinya hanya cukup untuk membeli sebuah smartphone Android middle class di kisaran harga Rp 3-4 jutaan, namun karena gengsi, A akhirnya membeli iPhone X dengan harga Rp 15 juta menggunakan cicilan tanpa kartu kredit dari sebuah lembaga finansial. Apalagi karena tak melakukan riset terlebih dahulu, lembaga pemberi cicilan tanpa kartu kredit yang dipilih oleh A mengenakan bunga yang tinggi dan tidak pasti, sehingga harga iPhone X yang ia beli menjadi jauh lebih mahal dari harga normal.

 

Sebenarnya sah-sah saja untuk membeli barang secara kredit, namun pastikan terlebih dahulu bahwa barang tersebut tidak semata-mata kamu beli hanya untuk memenuhi gengsi. Pastikan bahwa barang tersebut bisa memenuhi kebutuhanmu. Lakukan juga riset sebelum memilih lembaga pemberi kredit, apalagi banyak pemberi kredit yang menawarkan fasilitas cicilan tanpa kartu kredit dengan bunga yang tinggi. Sesuaikan juga penghasilanmu dengan jumlah cicilan yang harus dibayar per bulannya. Agar cashflow tetap sehat, pastikan rasio utang tidak lebih dari 30% penghasilan bulanan.

 

Ketika kamu sudah yakin bahwa cicilan yang diambil tidak akan mengganggu cashflow-mu,  maka jangan lupa untuk memilih layanan pemberi kredit yang terpecaya seperti https://www.kredivo.com/. Kredivo adalah salah satu perusahaan terpecaya yang menyediakan fasilitas tersebut dan telah bekerja sama dengan lebih dari 200 e-commerce yang kredibel. Kredivo memiliki bunga paling rendah dibandingkan perusahaan sejenis lainnya yaitu sebesar 2,95%. Bahkan jika dibandingkan, bunga yang diberikan Kredivo lebih rendah hingga 50%. Pilihan tenornya pun beragam, mulai dari 3, 6, hingga 12 bulan, sehingga kamu bisa lebih ringan dalam membayar cicilannya. Menariknya lagi, kamu tidak perlu membayar uang muka sama sekali. Namun sebelum mengambil kredit, pastikan dulu ya bahwa pengajuanmu tidak berlandaskan gengsi.